Sejarah Pom Mini Dan Sang Pembuat

Sejarah Pom Mini5 tahun yang lalu semenjak artikel ini dipublikasikan secara umum dan orang bebas membaca dan mempublikasikan ulang melalui media sosial anda tidak akan banyak menemukan pom mini. Iya 5 tahun lalu masih jarang sekali para pedagang bensin eceran yang menggunakan pertamini dan anda lihat sekarang ketika anda melakukan perjalanan.

 

Ketika anda keluar rumah baik jarak perjalanan jauh ataupun dekat sudah banyak yang memakai pom mini dan diprediksi akan terus bertambah para pedagang yang menggunakanya. Di tengah meriahnya para pengguna yang menggunakan pom mini tentu ada orang-orang yang memberikan sumbangsih yang besar akan perkembangan ini.

 

Ada orang-orang yang berperan besar dibalik kemunculanya dan oleh karenanya sejarah pom mini dan sang pembuat adalah judul yang akan kami angkat pada kesempatan kali ini. Berbicara mengenai awal mula dan siapa pembuat pertama kalinya semenjak awal sampai sekarang penulis belum mengetahui pasti siapa pencetus pertama kalinya.

 

Sejarah Pom Mini Berawal Dari Garut

 

Sebuah sumber terpercaya yang menyebutkan dan dikutip dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/ mengatakan bahwa berawal dari penjual bensin eceran seseorang bernama Budiyanto ciptakan spbu sistem digital dari daerah Garut. Simak terus agar tahu bahwa yang di katakan disini adalah dari website rujukan diatas.

 

Baca: panduan pom mini

 

Budiyanto, seorang mahasiswa lulusan fakultas ekonomi ini menekadkan untuk buka usaha produksi pom mini. Ia secara legal buka usaha produksi pom mini tepatnya di awal 2007. Ia dapat memastikan bahwa mesin pom mini yang di produksi olehnya adalah dari segi kualitas tidak kalah dengan pom mini yang berasal dari jepang ataupun China. Pada tahun 2004 sesudah ia lulus dari perkuliahan Ia mendapatkan ide untuk produksi spbu mini.

 

Ia melihat bahwa masyarakat di pedesaan tempat sekitar ia tinggal harus jauh-jauh pergi keluar untuk mencari spbu yang jaraknya bisa mencapai 20 km. Untuk mengisi waktu di tengah masih menganggur ia menjual bensin dengan menggunakan botol bekas sebagaimana yang di lakukan oleh pedagang bbm eceran sepertimana biasanya. Dia mendapatkan bahan bakar dari kulakan bensin yang mengambil di spbu terdekat.

 

Berangkat dari rasa perihatinya ia mulai mencari mesin spbu bekas yang bisa di beli dan masih berfungi pada tahun 2006. Ia sesudah beberapa hari mencari pom mini mendapatkan informasi mengenai mesin spbu bekas dari bandung dan dari sinilah ia melakukan percobaan rekayasa. Karena yang namanya bekas adalah wajar kalau sering rusak dan kerena belum bisa ia meminta mekanik memperbaikinya.

 

Walau sudah di berbaiki tetap saja rusak dan karena tidak mau terus mengeluarkan biaya maka mencoba memperbaiki sendiri dan lama-kelamaan menjadi paham mengenai mesin yang ada pada perangkat pom mini. Mulai dari peristiwa inilah Budi jadi tahu maka komponen yang mesti di perbaiki jika rusak. Komponen berupa pompa roda gigi, alat takar, dinamo pompa, alata pengeram mesti di pelajari.

 

Sekarang melalui tangan Budiyanto mesin pom mini sudah banyak di produksi dan kelebihan yang di miliki adalah mempunyai tombol darurat. Tombol ini dapat bekerja dengan cara menghentikan aliran bahan bakar apabila terjadi kebakaran. Mengenai sila takaran ia memastikan bahwa ukuran sudah sesuai standard ukuran mesin pom mini pada spbu pertamina seperti umumnya.

Updated: Januari 24, 2019 — 1:38 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pom Mini 24 © 2016